Bagaimana Sebuah Institusi Dapat Membangun Narasi Strategis Yang Efektif Di Tengah Krisis?

April 23, 2020
Farina Situmorang

Di beberapa minggu terakhir ini, kita dapat melihat betapa narasi strategis yang efektif di tengah krisis adalah hal penting yang harus dimiliki oleh institusi pemerintahan dan para pemimpinnya.

Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi seberapa efektif suatu institusi dalam membangun narasi di tengah krisis.

  1. Kepemimpinan (leadership) yang baik dalam menghadapi krisis
  2. Adanya tim khusus pembentukan narasi krisis yang efektif
  3. Pengambilan keputusan yang cepat dan tepat
  4. Sifat terbuka dan fleksibilitas di tengah suasana krisis yang tidak pasti

Bagaimana tim dapat membentuk sebuah Rencana Narasi Strategis untuk Krisis yang efektif

  1. Kejelasan mengenai tujuan (objektif) besar yang ingin dicapai & adanya roadmap
  2. Prosedur jelas dalam membangun narasi di saat krisis, semakin sederhana semakin baik

Contoh Checklist Narasi Strategis, yang sudah kami sederhanakan dan sering kami gunakan dalam penanganan krisis, adalah sebagai berikut:

Langkah-langkah penanganan krisis:

  1. Identifikasi situasi krisis
  2. Identifikasi siapa yang menjadi PIC di lapangan yang akan menjadi narasumber Tim Pembentukan Narasi Krisis
  3. Mem-brief orang-orang yang terlibat mengenai respon terhadap jurnalis/media
  4. Melakukan briefing krisis kepada pemimpin instansi, termasuk tim legal dan konsultan
  5. Mengkoordinasi pembentukan statement dengan tim legal
  6. Memutuskan apakah dibutuhkan sebuah media center di dalam instansi untuk respon cepat terhadap media/wartawan
  7. Menuliskan statement awal yang akan dikeluarkan oleh instansi, termasuk statement kepada media, talking points, email kepada seluruh pegawai, dll.

Komunikasi Eksternal:

  1. Finalisasi standby statement & talking points untuk juru bicara
  2. Finalisasi arahan/guideline untuk media sosial di seluruh aset yang dimiliki (Facebook, Instagram, Twitter)
  3. Pemetaan media dan wartawan untuk mendapatkan coverage
  4. Dan lain-lain

Komunikasi Internal:

  1. Finalisasi komunikasi melalui email atau WhatsApp untuk para pegawai
  2. Talking points untuk para pegawai yang terlibat
  3. Briefing terhadap pegawai yang akan menghadapi publik  yang akan menghadapi publik atau media/wartawan
  4. Pembentukan hotline atau center untuk krisis apabila ada pertanyaan-pertanyaan
  5. Dan lain-lain

Checklist di atas hanyalah contoh dan bukan daftar yang komprehensif, tetapi kami harapkan dapat memberi gambaran apa yang harus di lakukan di saat krisis.

Kesalahan yang banyak dilakukan oleh organisasi atau instansi di luar sana adalah tidak adanya kesiapan untuk pembentukan narasi strategis di saat krisis, sehingga pada saat krisis terjadi, banyak dari organisasi akan melakukan reaksi yang taktis di tengah kepanikan.

Setiap kasus akan membutuhkan respon dan checklist yang berbeda, tetapi secara garis besar banyak hal yang dapat direncanakan dan dipersiapkan jauh sebelum krisis terjadi.

Download PDF 


More from our storytellers:

One of my easy ways to learn new things/skills

Bagaimana kita bisa sukses mempengaruhi perilaku orang banyak? Membangun narasi jawabannya!

A Canine Perspective on Effective Storytelling.

A Tale of Three Cities

CATALYST LEVEL UP : Putting Narratives in Isometric Infographic

Why Design is an Act of Storytelling

Contact Us