Bagaimana kita bisa sukses mempengaruhi perilaku orang banyak? Membangun narasi jawabannya!

Karena kami paham sekali bahwa untuk mempengaruhi tingkah laku orang adalah hal yang sulit. Apalagi orang banyak.

March 24, 2020
Farina Situmorang

Jika Anda adalah seorang pemimpin sebuah organisasi, perusahaan, tim, atau keluarga.. Anda pasti ingin menggerakkan orang-orang yang ada di lingkungan Anda. CEO pasti ingin para pekerjanya bergerak bersama untuk mewujudkan misi perusahaan. Kalau Anda menjual sesuatu, pasti ingin banyak orang membeli apa yang Anda jual. Kalau Anda seorang pemimpin di bidang politik, Anda pasti mau orang-orang memilih Anda. Kalau Anda seorang manajer sebuah tim, Anda pasti ingin semua yang ada di tim menyelesaikan tugas secara efektif. Kalau Anda adalah orang tua, Anda mau si kecil untuk makan dan tidur sesuai jamnya. Menggerakkan orang artinya mempengaruhi segala tindakan mereka. 


Sibuk, sibuk, dan sibuk.

Kompetisi Anda adalah dunia yang sibuk

Menggerakkan orang banyak bukanlah hal yang sulit jika Anda tahu cara untuk melakukannya. Namun seperti yang kita sudah tahu, dunia hari ini begitu sibuk sampai susah untuk didengar sekalipun. Kompetitor Anda saat ini: semua aplikasi handphone dan semua medium di luar sana. Saat saya menunggu untuk naik ke pesawat beberapa bulan lalu, saya memperhatikan betapa sudah pendeknya attention span orang-orang. Di setiap menit, ada begitu banyak hal atau orang yang berusaha mencuri perhatian Anda. Anak kecil yang berteriak minta sesuatu, pemberitahuan lantang di pengeras suara kapan pesawat A sudah bisa boarding dan penumpang pesawat B diharapkan ke ruang tunggu, belum lagi neon box dengan muatan iklan-iklan sponsor, pramuniaga di toko bebas pajak, notifikasi smartphone dan masih banyak lagi. Wow, tidak heran kenapa pekerjaan saya juga semakin hari menjadi semakin sulit. Hampir tidak mungkin menggerakkan orang jika menarik perhatian mereka saja sulit di tengah kebisingan. 

“Eh lihat, teknologi iklan baru ini canggih sekali!”

Jadi, apa yang kita lakukan sebagai pemimpin? Kita menyuruh tim marketing untuk menemukan  lebih banyak lagi media untuk menyebarkan pesan kita kepada orang-orang. Kita brainstorming cara-cara baru untuk memenangkan perhatian mereka. “Oh, konsumen kita menghabiskan banyak waktu dengan smartphone mereka? Ok. Beli semua mobile ads, Instagram ads, location-targeted SMS, dan ini itu!” Sekarang ini, sebut saja apa medianya dan kita bisa membeli tempat beriklan di sana. Bahkan mesin keamanan X-Ray di bandara pun sudah bisa ditutupi stiker iklan, agar Anda bisa ingat aplikasi jalan-jalan saat badan Anda diperiksa. Sigh. 

Anda tidak akan bisa bersaing dengan perusahaan Unicorn yang punya miliaran uang untuk dibakar 🔥

Nah, kalau menggerakkan orang-orang adalah tentang membeli spot iklan lebih banyak dan membakar uang untuk biaya pemasaran, yaa… Good luck with that. Sangat susah untuk menandingi perusahaan-perusahaan besar atau perusahaan unicorn yang punya miliaran uang untuk dibakar di setiap tahap funding. Dengan begitu banyak pihak yang mencoba memenangkan perhatian orang-orang di setiap detiknya, para pemimpin yang saya sebut di awal tadi pun pasti berpikir “Gimana caranya untuk benar-benar mempengaruhi orang banyak? Dan tidak hanya eksternal, tapi juga internal. Di dalam organisasi saya sendiri?” Berbicara pada karyawan-karyawan pun masalahnya sama, kita bersaing dengan semua aplikasi media sosial di handphone mereka serta pekerjaan mereka sehari-hari. Sedangkan Anda, ingin sekali membuat mereka bersemangat dan bersatu di belakang visi tahunan Anda. 

Lalu, apa yang harus kita lakukan? 

Ternyata, ada strategi yang tak pernah lekang oleh waktu untuk mengubah perilaku orang-orang. Strategi tersebut tidak pernah berubah selama ribuan tahun. Strategi itu adalah dengan bercerita. Menggerakkan orang dengan sebuah cerita sudah terhubung dalam otak dan tercetak di DNA kita. Cerita adalah bagian dari strategi kita untuk bertahan hidup. Dengan cerita lah, spesies manusia bertahan hidup melawan singa dan harimau bertaring panjang di masa lalu. 

Jadi, cerita atau narasi yang seperti apa yang dapat menggerakkan orang? 

Strategic Narrative atau Narasi Strategis yang tulus serta meyakinkan. Narasi yang menceritakan tentang siapa Anda sebenarnya di depan orang-orang yang ingin perhatiannya Anda raih. Narasi yang bisa membuat mereka setuju dengan Anda dan berada di pihak Anda. Narasi yang membuat mereka mengerti sudut pandang Anda. Tidak ada digital tools, strategi A/B Testing, iklan interaktif, iklan TV dengan biaya produksi besar, kode promo yang efektif kalau narasi yang mendasarinya pun tidak ada. Tanpa adanya Strategic Narrative atau Narasi Strategis yang kuat, Anda harus menggunakan insentif yang sangat tinggi untuk dapat mengubah perilaku orang-orang, mmm.. pernah dengar bahwa perusahaan unicorn mensubsidi orang-orang untuk menggunakan produk mereka? 

“Untuk mengakuisisi pengguna (user acquisition) tanpa menggunakan sebuah Strategic Narrative atau narasi yang kuat akan jadi sangat mahal”

Strategic Narrative atau Narasi Strategis yang tulus serta meyakinkan. Narasi yang menceritakan tentang siapa Anda sebenarnya di depan orang-orang yang ingin perhatiannya Anda raih. Narasi yang bisa membuat mereka setuju dengan Anda dan berada di pihak Anda. Narasi yang membuat mereka mengerti sudut pandang Anda. Tidak ada digital tools, strategi A/B Testing, iklan interaktif, iklan TV dengan biaya produksi besar, kode promo yang efektif kalau narasi yang mendasarinya pun tidak ada. Tanpa adanya Strategic Narrative atau Narasi Strategis yang kuat, Anda harus menggunakan insentif yang sangat tinggi untuk dapat mengubah perilaku orang-orang, mmm.. pernah dengar bahwa perusahaan unicorn mensubsidi orang-orang untuk menggunakan produk mereka? 

Apa yang dimaksud dengan Strategic Narrative atau Narasi Strategis? 

Strategic Narrative atau Narasi Strategis adalah sebuah cerita yang dapat mengarahkan setiap pilihan atau keputusan yang akan dibuat oleh suatu organisasi. Narasi tersebut merupakan jiwa dan kepribadian sebuah organisasi yang kemudian dapat diterjemahkan ke dalam budaya, strategi, aksi, merek, produk atau layanan organisasi tersebut. Narasi ini diciptakan untuk kedua pihak internal dan eksternal organisasi Anda. Narasi lebih dari sekedar kampanye pemasaran atau pesan dari suatu brand. Narasi harus menjadi inti dari seluruh kampanye dan manifesto organisasi Anda. Narasi ini adalah cerita yang menggerakkan setiap karyawan dan juga orang-orang di luar sana. 


Sebuah narasi dapat membuat orang bergabung dalam suatu gerakan.. Bahkan yang anarkis.

Strategic Narrative atau Narasi Strategis yang kuat akan memecah segala kebisingan yang ada. Narasi yang kuat akan membuat orang-orang bergerak di belakang Anda. Anda akan melihat sebuah narasi yang kuat pada kesuksesan perusahaan besar dalam melakukan transformasi. Narasi yang kuat digunakan dalam banyak gerakan seperti #MeToo  atau bahkan pada demonstrasi yang terjadi di Jakarta beberapa bulan lalu. Strategic Narrative atau narasi yang kuat adalah yang membuat orang-orang rela memperebutkan sehelai t-shirt Uniqlo’s KAWS. Strategic Narrative atau narasi yang kuat adalah ketika seluruh karyawan memilih perusahaan mereka sebagai kantor terbaik yang ada di dunia karena mereka sepenuhnya percaya dengan cerita yang dimiliki oleh perusahaan tersebut. 

Sesuatu yang HARUS dilakukan mungkin bukan yang mudah untuk dilakukan. 

Membuat suatu Strategic Narrative atau Narasi Strategis yang hebat sehingga dapat menggerakkan orang banyak bukanlah suatu hal yang mudah. Butuh ilmu pengetahuan dan juga seni. Anda harus menganalisa secara kuantitatif dan kualitatif tentang apa yang penting bagi para stakeholder, lalu meraciknya secara kreatif untuk menjadi pesan yang menarik buat mereka. Dan setiap langkah yang diambil harus tetap berpegang teguh pada nilai-nilai, visi dan misi perusahaan Anda. Memang sulit, tapi harus dilakukan. Karena dengan itu, Anda baru bisa menggerakkan orang banyak. 


More from our storytellers:

A Tale of Three Cities

How A Narrative Could Affect the Price of Watches Sold in Auction House

My Journey in Helping Company Make Their Own Peter Kavinsky’s Story

I Write This for Me for Moments of “Oh Shit, Why Did I Do That?”

Why We Need More Narratives in Business & Life in General

CATALYST LEVEL UP : Putting Narratives in Isometric Infographic

Contact Us